BAB IV Hakikat Dan Nilai Dasar Pancasila
HAKIKAT DAN NILAI DASAR PANCASILA
·
Hakikat
Hakikat ialah sesuatu hal yang ada pada dirinya
sendiri, sesuatu hal yang harus ada untuk adanya sesuatu,
dan bersifat mutlak.
· Hakikat Pancasila
Hakikat Pancasila adalah
ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan, yang sifatnya
mutlak tetap tak berubah, abstrak umum universal, merupakan komponen yang
mengandung kebenaran hakiki bagi bangsa Indonesia sejak dahulu, sekarang dan
masa yang akan datang.
Dari pengertian pokok
tersebut dapat diberi arti yang bermacam-macam, antara lain sebagai berikut;
- Pancasila
sebagai dasar Negara
- Pancasila
sebagai pandangan hidup
- Pancasila
sebagai kepribadian bangsa Indonesia
- Pancasiala
Sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia
- Pancasila
sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia
· Hakikat Sila-Sila
Pancasila
1. Ketuhanan, yaitu
sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakikat Tuhan.
2. Kemanusiaan, yaitu
sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakikat manusia.
3. Persatuan, yaitu
sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakikat satu.
4. Kerakyatan, yaitu
sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakikat rakyat.
5. Keadilan, yaitu
sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakikat adil
· NILAI
Menurut Suyitno, “nilai
merupakan sesuatu yang kita alami sebagai ajakan dari panggilan untuk
dihadapi”.
-
Tingkatan-tingkatan nilai
- Nilai Dasar, nilai yang mendasari semua aktivitas kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dalam hal ini PANCASILA dan UUD
1945.
- Nilai Instrumental, manivestasi dari nilai dasar, berupa Pasal,
Peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan.
- Nilai Praksis, berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
· Hakikat Dan Nilai Dasar
Sila-Sila Pancasila
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan
Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
· Sila Ketuhanan Yang Maha
Esa
-
Konsep Ketuhanan berasal dari kata “Tuhan”, yaitu
Zat Yang Maha Kuasa.
-
Ketuhanan berarti “Keyakinan dan pengakuan yang
diekspresikan dalam bentuk perbuatan terhadap Zat Maha Kuasa.
-
Yang Maha Esa, mengandung arti Maha Tunggal, tiada
tersusun, tiada duanya, tunggal dalam Zat-Nya, tunggal dalam perbuatan-Nya.
-
KETUHANAN YANG MAHA ESA ialah “Keyakinan dan
pengakuan yang diwujudkan dalam bentuk perbuatan terhadap suatu Zat Yang Maha
Tunggal tiada duanya, Yang sempurna sebagai penyebab pertama.
· Sila Kemanusiaan Yang
Adil Dan Beradab
-
Pengakuan terhadap adanya harkat dan martabat
manusia.
-
Pengakuan terhadap keberadaan manusia sebagai
mahluk yang paling mulia diciptakan Tuhan.
-
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan harus
mendapat perlakuan yang adil terhadap sesama manusia.
-
Mengembangkan sikap tenggang rasa agar tidak
berbuat semena-mena terhadap orang lain.
· Sila Persatuan Indonesia
-
Menempatkan persatuan dan kesatuan di atas
kepentingan pribadi maupun golongan.
-
Memiliki rasa cinta tanah air dan bangsa serta rela
berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
-
Pengakuan terhadap keragaman suku bangsa dan budaya
bangsa dan sekaligus mendorong ke arah pembinaan persatuan dana kesatuan
bangsa.
· Sila Kerakyatan Yang
Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
-
Kerakyatan : “suatu sistem pemerintahan negara atas
dasar pertimbangan kehendak rakyat”.
-
Hikmat kebijaksanaan: “konsep yang dijadikan dasar
pertimbangan baik, menghubungkan firman Tuhan dan pemikiran manusia”.
-
Permusyawaratan/Perwakilan :”Permusyawaran”,
maknanya sistem yang ditempuh untuk memecahkan persoalan yang dihadapi bersama
dengan bentuk forum, sedangkan“Perwakilan”, ialah tata cara yang diambil agar
semua rakyat dapat ambil bagian dalam pemerintahan melalui perwakilan.
· Sila Keadilan Sosial
Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
-
adil; “memperlakukan dan memberikan kepada orang
lain sebagai rasa wajib sesuatu hal yang menjadi haknya, baik terhadap diri
sendiri, sesama manusia, alam sekitar, maupun Tuhan”.
-
Keadilan sosial lebih mengutamakan perlakuan hak
manusia sebagaimana mestinya, berbeda dengan SOSIALISME yang lebih mengutamakan
rasa kebersamaan dan persaudaraan, namun tidak memperhatikan hak pribadi.
Tidak ada komentar: