BAB II Nasionalisme Dalam Mempertahankan Identitas Nasional
NASIONALISME DALAM RANGKA MEMPERTAHANKAN IDENTITAS
NASIONAL
NASIONALISME Berasal
dari kata: Nation ; yaitu bangsa, Isme ;
paham,
Nasionalisme berarti paham kebangsaan.
Dalam
beberapa literatur ilmu-ilmu sosial, istilah nasionalisme berasal dari bahasa
Latin, yaitu natio yang berarti bangsa
yang dipersatukan karena kelahiran, dan dari kata nasci yang
dipersatukan karena dilahiran. Nasionalisme berarti bangsa yang bersatu, karena
faktor kelahiran yang sama. Secara objektif nasionalisme mengandung unsur-unsur
yang berarti bahasa, ras, etnik, agama, peradaban (civilization),
wilayah, negara, dan kewarganegaraan. Unsur2 pokok tsb amat kuat membentuk
nasionalisme ke arah pembentukan negara nasional.
Pada awalnya dimulai adanya persamaan faktor2
tsb diatas, tetapi dalam perkembangannya muncul unsur2 tambahan, yaitu adanya
persamaan hak dan kewajiban bagi setiap orang memegang peranan dalam kelompok
masyarakatnya serta adanya persamaan kepentingan ekonomi yang kemudian dikenal
dengan istilah nasionalisme modern, sehingga nasionalisme memegang peranan yang
sangat penting dalam menopang tumbuhnya
persatuan dan kesatuan.
·
Konsep Nasionalisme Dalam Perspektif
Ilmu Sosial Dan Politik
-
National
: sbg masalah kebangsaan yg menyeluruh seperti terkandung anatara lain dlm
istilah kepentingan nasional (national interest), keamanan nasional (national
security), dan pertahanan nasional (national defence).
-
Nationalism :
sbg semangat kebangsaan yang dilandasi oleh rasa sebangsa dan setanah air serta
senasib sepenanggungan.
-
Nationality
: warganegara yg sadar akan hak dan kewajiban dlm segala bidang, disamping itu nationality
atau identitas nasional melekat pada warganegara yg memegang paspor. Identitas
tsb antara lain berupa bendera kebangsaan (national flag).
-
Nationhood
: sbg kualitas kesadaran setiap warganegara terhadap semua masalah national,nationalism,
nationality.
·
Perkembangan Konsep Nasionalisme
Nasionalisme
bangsa tumbuh dan berkembang sebagai jawaban atas kondisi struktur sosial yg
ada. Nasionalisme bngsa Indonesia lahir dibawah tekanan penjajahan. Oleh karena
itu, Nasionalisme Indonesia bersifat anti penjajahan, anti kolonialisme dan
anti imperialisme. Nasionalisme lahir utk memerangin kemiskinan dan kebodohan
sbg akibat penjajahan, karena lahir utk menentang dan mengusir penjajah, maka
nasionalisme Indonesia bersifat integratif.
Sifat
Integratif ini, mencakup tiga aspek, yaitu :
1. Pertama,
integritas etnis, mewujudkan satu kesatuan bangsa yg disimbolkan lewat Sumpah
Pemuda.
2. Kedua,
integritas sosial, yg dicerminkan dgn upaya Bangsa Indonesia utk mewujudkan
sistem kehidupan “sama rata sama rasa”.
3. Ketiga,
integritas kultural yag dicerminkan dgn mewujudkan bahasa nasional
·
Hal Yang
Mendorong Munculnya Paham Nasionalisme:
- Adanya
campur tangan bangsa lain
- Adanya
keinginan dan tekad bersama melepaskan diri dari belenggu kekuasaan
absolut
- Adanya
ikatan rasa senasib dan seperjuangan
·
Perbedaan Nasionalisme Bangsa
Indonesia Dengan Bangsa Lain
1. Pertama
: nasionalisme kita bersifat kerakyatan sosialistis yg bercita-cita mewujudkan
msyrkt adil makmur, masyarakat yg berkesejahteraan dan keadilan.
- Kedua : nasionalisme kita bersifat
demokratis utuk mewujudkan tata hubungan dalam masyarakat seimbang dan
serasi.
- Ketiga : nasionalisme kita bersifat
politis untuk mewujudkan negara kesatuan, merdeka dan berdaulat.
·
Kelahiran Nasionalisme Indonesia
Kelahiran nasionalisme kita dibidani oleh
para kaum terpelajar, baik priyayi terpelajar ataupun terpelajar dalam arti
kaum sarjana. Budi Otomo (1908) merupakan organisasi yang bersifat polisentris.
Lahir dari tangan-tangan kaum terpelajar. Budi Otomo memberikan sumbangan yg
penting dalam merumuskan cita-cita kemajuan bangsa.
Selain Budi Otomo, berdiri pula Serikat
Islam (1911) , yang berisikan pedagang2 muslim pribumi, yg mengupayakan usaha
memperkuat ekonomi rakyat kecil. Selain Budi Otomo dan Serikat Islam, berdiri
juga organisasi Muhammadiyah (1912), dan Taman Siswa sebagai organisasi
perjuangan pergerakan kemerdekaan yang idealis dalam memperjuangkan pendidikan
pada masa penjajahan.
· Pengertian dan Konsep Identitas Nasional
Dalam banyak literatur dan
referensi, istilah identitas diartikan sebagai ciri, tanda, jati diri yang melekat
pada seseorang. Nasional diartikan sebagai bangsa. Jadi identitas nasional secara harafiah mengandung
makna ciri khas dan jati diri yang melekat pada suatu bangsa
Konsep identitas nasional itu
sendiri syarat dengan nilai-nilai politis untuk membedakan antara jati diri
bangsa yang satu dengan bangsa yang lain.
·
Identitas
Nasional
-
Identitas ; ciri atau sifat yang melekat pada seseorang/kelompok
yang membedakan antara seseorang dengan kelompok lain.
-
National ; identitas yang melekat pada kelompok lebih besar yang
diikat oleh kesamaan-kesamaan seperti budaya, bahasa, agama, cita-cita maupun
tujuan.
Identitas Nasional yaitu suatu ciri yang dimiliki
suatu bangsa yang secara fisiologis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa
lain.
·
Unsur
Pembentuk Identitas Nasional
a.
Suku
Bangsa
- Agama
- Kebudayaan
- Bahasa
·
Faktor
Yang Mempengaruhi Pembentukan Identitas Nasional
a.
Primordial
(Ikatan Kekerabatan)
- Sakral
- Sejarah
- Kepemimpinan Tokoh
· Dimensi Identitas Nasional
Konsep identitas nasional sebagai atribut bangsa itu
sendiri sesungguhnya memiliki banyak dimensi, baik dimensi politik, sosial,
budaya, ekonomi, ideologi maupun pertahanan dan keamanan.
1. Dari dimensi politik, identitas nasional merupakan
suatu konsep politik untuk mempersatukan dan menyatukan berbagai kelompok
masyarakat yang berbeda dari segi suku bangsa, ras, agama, budaya dan adat
istiadat, bahasa dan lain-lain ke dalam ikatan politik kebangsaan yang bersifat
integratif
- Dari dimensi sosial budaya, identitas nasional
merupakan suatu konsep sosial budaya untuk mengangkat budaya nasional
sebagai puncak budaya-budaya daerah yang tersebar mulai dari Sabang sampai
Merauke yang kemudian menimbulkan ikatan emosional nasionalisme budaya.
Bahwa budaya nasional bangsa kita berbeda dengan budaya bangsa lain
- Dari dimensi ekonomi, identitas nasional
merupakan suatu konsep ekonomi Pancasila, suatu model ekonomi yang
berasaskan kekeluargaan dengan dijiwai pada sila kelima Pancasila yaitu
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
- Dengan demikian,dapat dikatakan bahwa identitas
nasional dari dimensi ekonomi nasional berdasarkan sila kelima Pancasila
dan pasal 33 UUD 1945
- Dari dimensi ideologi, identitas nasional
dicirikan melalui ideologi Pancasila yang kemudian membedakan dengan
ideologi nasional bangsa dan negara lain, seperti ideologi
liberalis-kapitalis negara-negara barat dan ideologi komunis-sosialis
negara Cina, Korea Utara dan negara komunis lainnya
- Dari dimensi pertahanan keamanan, identitas nasional dicirikan
melalui konsep sistem pertahanan keamanan rakyat semesta dalam rangka
menjaga eksistensi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, NKRI
Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa identitas nasional bangsa dan negara Indonesia dilandasi oleh
empat pilar pokok kehidupan kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka
Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
· Kemunculan Identitas Nasional Sebagai Fondasi
Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Identitas nasional suatu bangsa dan negara tidak
datang dengan tiba-tiba, melainkan melalui proses yang panjang dengan segala
variabel yang membentuknya. Kelahiran identitas nasional dipengaruhi oleh banyak
variabel dan faktor yang saling berkaitan satu sama lain.
Variabel atau faktor itu dapat
saja berkaitan dengan kondisi obyektif bangsa itu sendiri, tetapi dapat juga
berkaitan dgn kondisi subyektif sbg persepsi bangsa itu sendiri terhadap
dirinya dan lingkungannyaSecara teoritis empiris kelahiran identitas nasional
suatu bangsa menurut Robert de Ventos (Suryo, 2002) dipengaruhi oleh hasil
interaksi historis antara empat faktor penting, yaitu:
a) Faktor primer
Faktor primer meliputi etnisitas, teritorial, bahasa,
agama dll yang sejenisnya. Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam
suku bangsa (etnis), bahasa, agama, wilayah (region) dan bahasa daerah
merupakan satu kesatuan, meskipun berbeda-beda dengan kekhasannya
masing-masing. Unsur-unsur yang beraneka ragam yang masing-masing ciri khasnya
sendiri-sendiri menyatukan diri dalam suatu persekutuan hidup bersama ke dalam
ikatan yang disebut bangsa Indonesia
b) Faktor pendorong
Meliputi pembangunan komunikasi dan teknologi,
lahirnya angkatan bersenjata modern, sentralisasi dan pembangunan lainnya dalam
kehidupan bernegara
Hal ini menjadi bagian penting karena bagi suatu
bangsa, kemajuan IPTEK serta pembangunan bangsa dan negara merupakan identitas
nasional yang bersifat dinamis
c) Faktor penarik
Meliputi kodifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi,
tumbuhnya birokrasi dan pemantapan sistem pendidikan nasional
Bagi bangsa Indonesia unsur bahasa telah mempersatukan
dan menyatukan berbagai suku bangsa yang berdiam di negara Indonesia
d) Faktor reaktif
Meliputi penindasan, dominasi dan pencarian identitas
alternatif melalui memori kolektif rakyat. Bagi bangsa Indonesia hampir setengah abad dikuasai
oleh bangsa lain (Belanda, Inggris, Jepang) sehingga mendorong reaksi balik
dari seluruh suku bangsa untuk bersatu dan dipersatukan oleh persamaan nasib
·
Bentuk-Bentuk
Identitas Nasional Indonesia
- Identitas Fundamental; Pancasila sebagai falsafah
bangsa, dasar negara, dan ideologi negara.
- Identitas
Instrumental, meliputi: Lambang Negara Burung Garuda, Lagu kebangsaan
Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, Bendera Merah Putih, semboyan Bhineka
Tunggal Ika.
- Identitas
Alamiah, meliputi bentuk secara fisik, yaitu bentuk negara kepulauan,
keberagaman suku, bahasa, agama, budaya, kondisi morfologis, dll.
·
Pengaruh
Globalisasi
Dalam era Globalisasi, akan terjadi proses “Akulturasi”
saling meniru dan mempengaruhi antar budaya bangsa. Globalisasi
selain memberi peluang bagi bangsa Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi di
segala aspek kehidupan, juga memberikan ancaman dan tantangan antara lain:
- Semakin
menonjolnya sikap individualistis.
- Semakin
menonjolnya sikap materialistis yang berarti harkat dan martabat
kemanusiaan diukur dari hasil seseorang dalam memperoleh kekayaan. Hal ini
berakibat bagaimana cara memperoleh menjadi tidak dipersoalkan lagi, bila
hal ini terjadi berarti etika dan moral dikesampingkan.
·
Upaya
Mempertahankan Identitas Nasional
- Mengembangkan
semangat Nasionalisme
- Pendidikan
- Pelestarian
budaya
- Melalui
Bela Negara
· Tujuan mempertahankan identitas nasional
1. Menumbuhkan jiwa nasionalisme yang tinggi
2. Dengan mengenal identitas nasional akan menjadikan bangsa tersebut memiliki jati diri yang kuat
Tidak ada komentar: